03 Maret 2022

Stop Playing Victim !


 

Stop Playing victim

Pernahkah kalian mendengar kalimat “iya iya aku yang salah bukan kalian”, “iya gapapa aku yang salah”, “Ya sudah, memang aku yang salah. Aku yang bodoh, kamu selalu benar,". Mungkin kata-kata tersebut sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Sebuah kalimat yang seolah-olah diri kita merupakan korban dari suatu permasalahan atau bisa disebut dengan playing victim. Jadi apa sih playing victim itu? Bagaimana tanda-tanda orang yang melakukan playing victim? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara menghadapinya? Lalu jika diri kita sendiri yang seperti itu bagaimana cara mengatasinya? 

Mari simak lebih lanjut!

Victim mentality atau Playing victim merupakan tindakan seseorang yang melemparkan kesalahan ke orang lain walau kesalahan tersebut adalah hasil dari perbuatannya sendiri. Playing victim juga dapat diartikan dengan sebuah perilaku yang salah namun orang tersebut memposisikan bahwa dirinya sebagai korban dalam suatu konflik atau permasalahan. Tujuan dari playing victim pun beragam, misalnya ingin membuat orang lain merasa bersalah, menarik simpati, untuk mengontrol atau memengaruhi pikiran, perasaan, dan tindakan orang lain, membenarkan tindakan orang tersebut, mencari perhatian dan sebagai cara untuk mengatasi situasi tertentu atau hal-hal lain sesuai keinginan orang tersebut

Adapun tanda-tanda dari orang yang melakukan tindakan playing victim dikutip dari laman theasianparent.com dan orami.co.id yaitu :

  1. Hobi menyalahkan orang lain

  2. Mengasihani diri sendiri

  3. Menghindari tanggung jawab

  4. Ahli memanipulasi

  5. Enggan mengakui kesalahan

  6. Hanya terfokus dengan masalah bukan solusi

  7. Selalu merasa lemah

  8. Selalu beranggapan bahwa hal buruk akan terjadi

  9. Tidak percaya diri

Sifat buruk playing victim ini tentu tidak datang begitu saja. Ada banyak hal yang bisa menjadi latar belakang munculnya sifat ini, diantaranya adalah :

  1. Memiliki gangguan kepribadian narsistik dan manipulasi

  2. Memiliki trauma masa kecil yang mendalam

  3. Memiliki pengalaman dikecewakan orang lain

  4. Memiliki kecenderungan untuk menghancurkan diri sendiri

  5. Memiliki rasa dendam atau iri terhadap orang yang lebih sukses darinya

Orang yang memiliki perilaku atau sikap playing victim bukanlah sesuatu yang baik. Namun, bukan berarti dia adalah orang yang buruk, asalkan ada keinginan untuk mengubah menjadi lebih baik. Nah, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa membantu orang yang memiliki sikap playing victim untuk berubah menjadi lebih baik, yaitu dengan cara:

  1. Pandang diri sendiri sebagai pejuang bukan sebagai korban

  2. Menanamkan rasa tanggung jawab atas diri sendiri

  3. Berlatih untuk merenungi kesalahan dan menyadari diri

  4. Jangan memperlakukan diri sendiri terlalu keras

Selanjutnya cara untuk menghadapi seseorang yang melakukan playing victim, yaitu: 

  1. Cukup di dengarkan saja tanpa ambil pusing

  2. Memberikan pilihan solusi yang dapat diterima semua pihak

  3. Bersikap tenang tanpa simpati berlebihan

  4. Hindari terbawa kedalam drama yang dilakukan oleh orang tersebut

  5. Langsung memberitahu tentang sikapnya yang mengganggu orang lain


Sumber : 

Aeni, S. (2021). Ketahui Tanda Playing Victim, Penyebab, dan Cara Mengatasinya. https://katadata.co.id/sitinuraeni/berita/61b1d7af124c3/ketahui-tanda-playing-victim-penyebab-dan-cara-mengatasinya

Dewinta, F. (2021). 5 Cara Menghadapi Orang yang Suka Playing Victim. https://www.popbela.com/relationship/single/felia-putri-dewinta-1/cara-menghadapi-orang-yang-suka-playing-victim/6

Nandy. (2021). Arti Playing Victim, Tanda-Tanda, Penyebab & Cara Mengatasinya. https://www.gramedia.com/best-seller/playing-victim/#Penyebab_Munculnya_Sifat_Playing_Victim

Ramadhini, E. (tanpa tahun). Apa Itu Playing Victim? Ini Definisi, Tanda, dan Cara Menghadapi. https://id.theasianparent.com/playing-victim

Zulvi, F. (2021). Playing Victim Adalah Sebuah Kondisi Kejiwaan, Cari Tahu 6 Tandanya!. https://www.orami.co.id/magazine/playing-victim/ 


0 comments

Posting Komentar