09 Oktober 2023


“Merajut Bingkai Keakraban Menuju Satu Tujuan” 

        Apa sih makna dari tema welcoming arty OASIS tahun ini? Makna dari frase "Merajut Bingkai Keakraban Menuju Satu Tujuan" menggambarkan pentingnya membangun ikatan yang erat dan kolaboratif satu sama lain untuk menuju tujuan bersama. Meskipun kami memiliki latar belakang, pandangan, dan kemampuan yang berbeda, kami harus bekerja sama untuk mencapai satu tujuan.

        Kegiatan welcoming Party tahun ini di selenggarakan pada 23-24 September 2023 bertempat di villa bukit Tlekung. Acara ini dimulai dengan sambutan dan peresmian acara oleh direktur OASIS Alifan Hakim lalu kemudian dilanjut sambutan dari ketua pelaksana welcoming party Tito Santoso. 

         Kemudian kegiatan dilanjut dengan perkenalan pengurus OASIS dari setiap divisi dan dilanjut perkenalan seleruh anggota gen 15. Setelah sesi perkenalan diadakan sesi QnA bersama BPH dan Kadiv seluruh divisi, disini teman-teman gen 15 sangat aktif untuk bertanya mengenai kepengurusan di LSO OASIS. Setelah sesi QnA selesai dilanjutkan dengan game benar salah dan game memasukkan sedotan dnegan mulut ke dalam botol. Setelah itu, acara dengan selayang pandang dimana pada kegiatan ini panitia menghadirkan demisioner LSO OASIS kak Miftahul Huda dan Kak Fraya Fariska gen 13. Pada sesi ini kak huda dan kak fraya mebagikan kisah-kisahnya selama berada di OASIS.

        Pada malam hari merupakan puncak acara welcoming party 2023, diadakannya pentas seni dari 6 kelompok gen 15. Pentas seni malam itu sangat meriah berbagai kelompok menampilkan pertunjukannya yang sangat menarik ada kelompok yang melakukan drama dengan latar belakang teori Freud, ada juga yang menari boria, membaca puisi, dan bernyanyi. Seluruh panitia dan peserta sangat terhibur dengan acara pentas seni ini. Kegiatan selanjutnya dilanjut dengan api unggun dengan diiringi katarsis dipimpin oleh Kak Ardhi dimana kegiatan ini diharapkan seluruhnya dapat memafkan diri sendiri dan memaafkan luka yang pernah menyakiti. Penutupan hari pertama dimaknai sangat khidmat oleh seluruhnya.

        Kegiatan hari kedua dimulai dengan kegiatan senam bersama dan dilanjut kegiatan outbound. Pada kegiatan outbound ini dibagi menjadi tiga pos, yang pertama merupakan pos memsukkan bola dengan kertas, pos kedua memindahkan segelas air dnegan kain, dan pos ketiga memasukkan bola dnegan tali rapia. Kegiatan outbound ini bertujuan untuk membangun kekompakkan setiap anggota kelompok dimana nantinya kelompok yang kalah akan mendapat hukuman dengan bernyanyi dan berjoget. Seluruhnya sangat semangat dan antusias dengan kegiatan outbound ini.

        Setelah kegiatan outbound dilanjut dengan kegiatan game pengibaran Banner gen 15 dimana kegiatan ini gen 15 diminta untuk membakar tali rapia dengan menjaga lilin tersebut agar tidak padam. Percobaan menjaga lilin ini tidak mudah karena selama menuju tali rapia teman-teman gen 15 harus menghindari siraman air. Disini seluruhnya sangat semangat, kekompakkan satu sama lain teruji dan meningkatkan bonding satu sama lain antar gen 15. Salah satu kesan peserta “salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah pengibaran banner gen 15 dimana kami harus membakar tali rapia tersebut tetapi kami harus saling melindungi agar tidak kena percikan air”

        Setelah itu, kegiatan terakhir ialah penutupan dan pembagian haidah kepada kelompo dan individu yang atif selam kegiatan welcoming party 2023. Dari sinilah kami membangun kerekatan satu sama lain dan memulai semuanya untuk satu tujuan yakni OASIS.

Share to care with OASIS

22 September 2023

Berbekal ToC, Langkah Awal Para Peer Counselor

Berbekal ToC, Langkah Awal Para Peer Counselor


        Menjadi seorang konselor tidaklah instan, begitu ucap Bu Indit, sapaan akrabnya, selaku pemateri pertama dalam acara Training of Counselor atau ToC 2023. Training of Counselor (ToC) 2023 dilaksanakan oleh Lembaga Semi Otonomi Peer Counseling OASIS pada hari Sabtu tanggal 16 September 2023 dengan mengangkat tema "Learn and Grow: Ways to be a Smart Counselor". Acara ini bertempat di Gedung Perkuliahan  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. ToC diikuti oleh seluruh anggota baru LSO PEER COUNSELING OASIS sejumlah 35 orang, yang berasal dari mahasiswa psikologi semester 3 dan 5. Kegiatan ToC yang diketuai oleh suadara Ilham Saefuloh ini dihadiri oleh pembina LSO Peer Counseling Oasis, Ibu Rika Fu'aturosida, S.Psi, M.A., serta ketua SEMA dan DEMA Fakultas Psikologi. 


        Selain itu, kegiatan ini menghadirkan 2 pemateri yang sangat luar biasa, yang saat ini menjadi Dosen sekaligus psikolog, yaitu Ibu Ainindita Aghniacakti,M.Psi., Psikolog dan Ibu Fuji Astutik, M.Psi., Psikolog. Ibu Ainindita sendiri memberikan materi dengan mengusung tema "Serba-Serbi Konseling: Assessment, Teknik, dan kode etik untuk konselor". Kemudian, Ibu Fuji selaku pemateri kedua, menyampaikan materi dengan mengusung tema "Strategi membangun hubungan baik untuk keberhasilan konseling".


            Kegiatan ToC yang dilaksanakan sejak pukul 07.30 hingga 16.30 ini berjalan sangat lancar. Para peserta dan panitia sangat antusias dalam menyukseskan acara ini. Penyampaian materi pelatihan diselingi pula dengan sesi ice breaking yang turut merekatkan para peserta sebagai anggota baru LSO Peer Counseling Oasis. Menurut Alifan. Direktur LSO Peer Counseling Oasis, kegiatan ToC ini penting untuk dilaksanakan sebelum SDM Oasis terjun menjadi konselor sebaya yang berkualitas.

           Selama kegiatan  berlangsung, peserta  menyimak dengan baik segala materi yang disampaikan serta membuat resume catatan untuk dipelajari lagi dikemudian hari. Selain itu, dalam kegiatan ToC ini, peserta juga diarahkan untuk mengikuti roleplay bersama pemateri dan pendamping masing-masing guna memperdalam pemahamannya tentang konseling. Salah seorang peserta juga mengatakan bahwa "Saya dapat banyak ilmu tentang konseling dikegiatan ToC ini. Dari ToC juga saya bisa praktek menjadi konselor. Dan saya harap, itu bisa menjadi bekal untuk saya menggeluti dunia konseling".


Share to Care with OASIS!

#oasis23/24
#SharetoCarewithOasis

26 Desember 2022

Yuk Kenalan Sama Digital Amnesia

Yuk Kenalan Sama Digital Amnesia

 



Pertama kali Dublin (2007) membahas fenomena digital amnesia sebagai ancaman yang meningkat terhadap memori manusia sebagai konsekuensi dari penggunaan teknologi yang berlebihan. Istilah amnesia digital diciptakan oleh Kaspersky Lab pada tahun 2015 untuk menggambarkan pengalaman melupakan informasi yang orang percaya perangkat digital untuk disimpan dan diingat untuk mereka. Amnesia digital dan efek google adalah hasil dari ketergantungan individu pada internet (Camerer, Dreber, & Holzmeister, 2018; Molchanov, Almazova, & Poskrebisheva, 2018). Contohnya, kamu mungkin lupa judul sebuah film yang pernah ditonton dulu. Ketika hendak bercerita pada seorang teman soal film tersebut, kamu tidak bisa mengingat judulnya tapi kamu ingat di situs mana kamu harus mencari judul filmnya. Para peneliti menyebut hal ini sebagai “Google Effect.”. Kemudahan teknologi membuat otak jadi kurang terlatih mengolah informasi mentah menjadi sebuah ingatan, baik jangka pendek maupun panjang. Padahal, proses tersebut sangat penting guna merangsang pembentukan ratusan hingga ribuan koneksi sel saraf baru dalam otak.

Digital amnesia disebabkan oleh Revolusi digital pada berbagai lini kehidupan Kepercayaan pada teknologi dan ketergantungan yang berlebihan pada perangkat digital. Ketergantungan terhadap smartphone juga semakin meningkat. (Han, Kim, & Kim, 2017). Ketergantungan yang berlebihan pada perangkat digital dapat berdampak negatif pada memori seseorang, meningkatkan kemungkinan amnesia digital.

Digital Amnesia Ditandai Dengan:

  • Screenshot rather than writing or taking a notes
  • Better to use a translation engine than memorize new vocabulary
  • Not remembering the place or address because there are maps to help
  • Not remembering close relative/family phone numbers and another important thing
  • Using a calculator/math application to solve mathematical problems than solve it with manually calculate
  • Think not important to active listening in the class or meeting because we can learn about it later / Tend to take things lightly
  • Being lazy to think
  • Feeling panic if the device suddenly disappears

Digital Amnesia dapat diatasi dengan hal-hal sebagai berikut:

  • Menggunakan perangkat digital secara produktif dan efisien dengan membatasi penggunaan gadget dan internet.
  • Detoksifikasi atau istirahat digital untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental serta kualitas tidur. Istirahat dari aktivitas online akan memudahkan diri dalam mencapai keseimbangan yang sehat antara kehidupan digital dan dunia nyata sehingga akan lebih mampu menguasai gadget jika memahami kelebihan dan keterbatasannya saat menggunakan perangkat digital.
  • Berlatih memecahkan masalah tanpa internet.
  • Fokus pada kebiasaan sehat lainnya seperti aktivitas fisik, membaca buku, dan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman secara offline. Kebiasaan sehat ini dapat membantu dalam pengurangan amnesia digital dan peningkatan kapasitas memori.
  • Tidur yang cukup dan berkualitas: dapat membantu dalam meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan perilaku.

NO

MITOS

FAKTA

1

Perkembangan teknologi harus dihindari

Menggunakan teknologi untuk hal positif

2

Hanya remaja gen Z yang terkena digital amnesia

Semua kalangan bisa terkena

3

Otak menjadi cepat memproses

Otak menjadi lambat memproses 'lemot'

 

 

08 Oktober 2022

MENJADI KONSELOR YANG PROFESIONAL

MENJADI KONSELOR YANG PROFESIONAL


Hai Fren!!!!

Apakah kalian tau apa itu konseling???

Konseling merupakan suatu proses untuk membantu orang lain dalam mengatasi hambatan untuk menuju pertumbuhan pribadi dan perkembangan potensi pribadi yang optimal. Dalam proses konseling pemegang kendali keputusan ialah konseli atau klien, sedangkan konseling membantu klien dalam mengarahkan klien menemukan solusi atas permasalahan yang dimilikinya. Konseling mempuyai tujuan untuk membantu klien dalam mengatasi emosi dan menghadapi masalah serta menemukan solusinya dan membantu klien mengubah pola pikirnya, selain itu klien juga dibantu untuk menjadi lebih mandiri dalam menghadapi masalahnya.

Dalam pelaksanaan konseling ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang konselor yaitu:

Greeting : menciptakan perasaan nyaman dan membangun kepercayaan klien.

Ask/Asses : menggali tujuan dan masalah klien. Dalam hal ini, konselor dapat menggunakan pertanyaan terbuka untuk dapat mengeksprolasi permasalahan klien lebih banyak.

Help : membantu klien untuk merubah pola pikir, mengembalikan kepercayaan diri dan harga diri klien.

Explain : konselor menyampaikan step by step mengenai problem solving pada klien.

Termination : mengakhiri konseling dan menyimpulkan proses konseling dan sebagai umpan balik kepada klien.

Ketika melakukan konseling sebelum menggali permasalahan klien, sangat penting untuk dapat membangun good raport  dengan klien. Good raport itu apa sih???

Good raport ialah hubungan baik antara konselor dan konseli, sehingga terjalin kerjasama yang optimal, untuk membangun hubungan saling percaya dan terbuka dalam proses konseling, sehingga dalam konseling tidak ada yang ditutupi dan konselor dapat membantu klien dalam menyelesaikan masalah secara lebih optimal.

Mungkin banyak dari kita juga pernah ngerasa takut untuk bercerita masalah yang sedang dialami kepada orang lain. Perasaan-perasaan takut tidak didengarkan dengan baik, tidak dipahami, dan takut dibandingkan dengan masalah orang lain. Perasaan takut curhat atau cerita kepada orang lain memang bisa saja muncul, karena belum terciptanya hubungan baik yang saling percaya dan terbuka satu sama lain. Oleh karena itu didalam proses konseling, seorang konselor harus mempunyai keterampilan yang baik untuk dapat membangun good raport dengan klien.

Apakah good raport  itu penting?

Yups! Penting. Karena dengan terciptaya good raport antara klien dan konselor akan menciptakan kenyamanan antara satu sama lain, dapat menciptakan kesan positif diawal, dan bertujuan untuk membangun hubungan yang akrab antara konseli dan konselor.

Lalu gimana sih cara membangun good raport??

  1. Memberikan salam yang menyenangkan, perkenalan, dan basa-basi untuk mencairkan suasana dan memberikan perasaan nyaman kepada klien.
  2. Menetapkan topik pembicaraan yang sesuai
  3. Mengatur suasana ruang konseling yang nyaman
  4. Menunjukkan sikap yang hangat, ramah, dan menerima, serta menjamin kerahasiaan masalah yang diceritakan klien.
  5. Melakukan kontak mata.

Ketika kita sudah dapat membangun hubungan yang baik dengan klien. Lalu selanjutnya apa?

Langkah selanjutnya yang dapat kita lakukan ketika klien sudah merasa nyaman, percaya, dan mulai terbuka yaitu melakukan probing. Probing yaitu menggali informasi tentang permasalahan klien secara lebih mendalam. Namun perlu diketahui, penggalian informasi klien secara mendalam jangan dilakukan secara terburu-buru pada pertemuan pertama. Tapi bangunlah good raport dengan klien untuk membuat kenyamanan, saling percaya dan terbuka antara konseli dan konselor.

Kapankah konseling dapat diakhiri?

Mengakhiri konseling atau disebut juga dengan terminasi dapat diakhiri apabila klien sudah dirasa mampu dalam menggunakan potensi-potensinya untuk menyelesaikan masalah, klien sudah dapat memberikan respon yang positif dan menunjukkan pemahaman akan dirinya dengan lebih baik, dan apabila tujuan dari kontrak yang disepakati bersama diawal telah tercapai. Selain itu, proses konseling juga dapat diakhir apabila konseli dan konselor merasa bahwa proses konseling yang dilakukan tidak memberikan manfaat dan tujuan awal dari konseling telah berubah serta tidak sesuai dengan tujuan yang telah disepakati bersama.

Dalam proses konseling ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan konseling yaitu diantaranya:

  1. Pengalaman konselor
  2. Kualitas konselor, baik dalam pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian konselor.
  3. Komitmen dan keterbukaan konseli dalam menjalani proses konseling
  4. Kualitas hubungan dan interaksi antara konselor dan konseli.

 

“Ingat yah! Konselor juga manusia, ketika ada sesuatu hal berat dan membuat tertekan sangat boleh untuk berbagi dengan orang” – Ibu Dr. Mu'allifah, S.Psi., M.A

Share To Care With OASIS !!!

26 September 2022

Isi Amunisi Gen 14 OASIS Melalui Acara Training Of Counselor (ToC)

Isi Amunisi Gen 14 OASIS Melalui Acara Training Of Counselor (ToC)




Menjadi konselor yang kompeten membutuhkan proses yang panjang dan pemahaman teori yang mumpuni. Ada beberapa proses yang harus diikuti terutama dalam hal memahami konsep konseling dasar. Pemahaman teori konseling dasar menjadi bekal para calon peer counseling dalam melakukan proses konseling ke depannya. Hal ini akan memudahkan mereka memahami, mempelajari, kemudian mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan dari proses ToC (Training Of Counselor).




Acara ToC ini diselenggarakan oleh LSO OASIS pada hari sabtu, 17 September 2022, bertempat digedung B Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pemateri ToC yang pertama kali ini di isi oleh Ainindita Aghniacakti, M.Psi yang mengisi materi (Pemahaman Konseling Dasar dan Kode Etik) dan materi yang ke-dua di isi oleh Dr. Muallifah, S.Psi, MA dengan materi (Good Raport, Probbing dan Cara Mengakhiri Konseling) yang mana beliau-beliau ini sudah sangat menguasai bidang konseling. Hal ini juga menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta, karena mereka mendapatkan ilmu langsung dari pemateri yanng profesional. Menurut panitia yang bernama “Haris” dia mengatarakan bahwa “Acara Toc ini sangat bermanfaat bagi para pemula yang ingin mendalami di bidang konseling, dan para peserta yang mengikuti acara ini sangat antusias dan bersemangat dalam mempelajari materi yang di sampaikan”. 

ToC (Training Of Conselor) menjadi salah satu cara yang cukup berperan penting dalam mengasah skill konseling dasar. Melalui ToC (Training of Counselor) ini konselor mampu membentuk konselor yang dapat mengelola dan menciptakan proses konseling yang bermutu dalam arti dapat menumbuhkembangkan kompetensi konseling. Supaya materi selama kegiatan ToC tidak buyar begitu saja maka materi akan diposting ke media sosial agar dapat diakses oleh khalayak umum juga .Materi yang sudah disebar di media sosial tersebut menjadi bekal atau ilmu untuk banyak orang. Oleh karena itu media sosial OASIS juga memiliki peran penting dalam menyebarluaskan materi ToC sehingga bisa diakses oleh siapa saja dan bisa dijadikan bahan pembelajaran.

Share To Care With OASIS

Membuka Kegiatan Offline Oasis di Tahun 2022 Dengan Meet Gathering Gen 14

Membuka Kegiatan Offline Oasis di Tahun 2022 Dengan Meet Gathering Gen 14



"Bagaimana bisa dua orang sangat membenci tanpa mengenal satu sama lain?"

Untuk saling benci saja, kita dituntut untuk saling mengenal satu sama lain...

Lantas, bagaimana dengan hal seindah dan serumit cinta? 

Sepertinya akan dibutuhkan lebih dari hanya kata "mengenal". 

Sederhana saja, serangkaian "meet gathering" yang OASIS susun tidak lain dan tidak bukan bertujuan agar kita dan kami bisa saling mengenal satu sama lain, membangun kelekatan emosional yang baik sehingga tercipta lingkungan OASIS yang profesional, saling mencipta hubungan, berharap cinta berhias masalah, cukup indah sebagai harmoni nyata.

Kegiatan ini bertempat di Villa Bukit Tlekung, Batu. Meet gathering 2022 diawali dengan opening ceremony dimana Direktur LSO peer Counseling OASIS Edvin Eka Nur Rochim membuka dan meresmikan acara ini. Adapaun untuk menambah rasa kenal dan akrab panitia telah membuat game yang seru, misal : membuat jingle dadakan dan menampilkan nya di depan teman-teman lainnya. 



Setelah game dilanjut dengan api unggun di malam harinya dan sayang hujan menghentikan agenda api unggun kita yang awalnya dilaksanakan secara outdoor. Tetapi hujan tidak seketika menghilangkan semangat kita, kehangatan api unggun tetap kita bawa ke dalam ruangan dengan nyanyian dan juga bagi kado. Tak lupa acara hari sabtu ditutup oleh renungan malam yang dibawakan oleh CO HRD kita, Kak Abid Aminullah.



Keesokan harinya acara dimulai dengan senam dan jalan pagi, dilanjut dengan games ke dua dan juga ada sebuah agenda yang kita para peserta sangat antusias dan ramai, yakni permainan putar botol. Jadi permainan putar botol dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama mc akan memutarkan botol dan siapa yang berada di depan tutup botol akan mengambil 1 kartu yang didalamnya ada pertanyaan pertanyaan seperti “sebutkan siapa orang di ruangan ini yang kamu suka” dan sejenisnya. 

Permainan sesi pertama ini cukup meriah tetapi masih kalah dengan sesi ke 2. Permainan sesi 2 mengharuskan pemain dibagi menjadi kelompok laki-laki dan perempuan. Masing-masing kelompok diberi 1 botol yang akan diputarkan ke teman sebelah kanannya dengan diiringi lagu. Siapa yang memegang botol saat lagu dihentikan harus maju dan saling memberi gombalan satu sama lain. 

Saat inilah para peserta sangat semangat dan pecah. Setelah fun games ke 2 kegiatan dilanjut dengan sharing session dengan demisioner Lso Oasis. Ada kak Oriza dari gen 10, Kak Rere dari gen 11, Kak Fatah dari gen 8, dan Kak David dari gen 7. Setelah acara sharing session ada foto bareng seluruh peserta dan juga demis serta penutupan acara Meet Gathering Oasis 2022.









Di sinilah kami memulai semuanya...satukan hati, bersama merajut asa...atas nama Tuhan yang Maha Esa

Disitulah tawa bahagia, tunduk termenung tanpa lara, sayup2 dirangkul nada-nada, berharap dengan satu kata.... CINTA

Share To Care With OASIS